Platform edukasi lengkap pembuatan briket bio-energi berbasis limbah pertanian. Pelajari teknik karbonisasi, komposisi ideal, dapatkan modul gratis, dan pelajari video praktek mandiri.
Sekam padi merupakan limbah melimpah dari hasil penggilingan padi yang memiliki potensi biomassa luar biasa sebagai pengganti bahan bakar fosil.
Mengecilkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi kebiasaan membakar limbah sekam secara terbuka di sawah.
Nilai kalor arang sekam dapat mencapai 4.000 - 4.500 kcal/kg dengan bara api bertahan lebih konsisten.
Proses karbonisasi sempurna menghasilkan briket bersuhu tinggi tanpa asap pekat sehingga aman untuk keperluan memasak.
Bahan baku melimpah dan murah, memberikan alternatif energi terjangkau bagi pemakaian rumah tangga dan usaha.
Ikuti alur pembelajaran terstruktur di bawah ini. Klik setiap kartu langkah untuk melihat instruksi lengkap, bahan, alat, dan tips keselamatan.
Kumpulkan sekam dari penggilingan atau sumber terdekat. Bersihkan dari tanah, plastik, batu kecil, dan kotoran lain, lalu pastikan cukup kering sebelum dibakar.
Bakar gundukan sekam di tempat terbuka dengan alas seng. Nyalakan dari tengah, ratakan bara dan balik sesekali; siram air setelah hitam merata.
Setelah arang menjadi dingin, tumbuk sampai menjadi butiran kecil. Ayak agar hasil arang halus dan ukurannya seragam.
Larutkan 3 sendok makan (30 gram) tepung tapioka dengan air. Masak sambil terus diaduk hingga mengental dan berubah bening.
Campur 15 sendok makan (105 gram) arang halus dengan lem hangat. Cetak dalam paralon, padatkan, lalu keluarkan perlahan.
Jemur briket di bawah sinar matahari sekitar 2-5 hari, tergantung cuaca. Pastikan briket menjadi kering sebelum disimpan.
Pisahkan briket yang retak, rapuh, berubah bentuk berlebihan, atau tidak memenuhi kriteria mutu sebelum dikemas.
Baca e-book modul lengkap berisi formula komposisi presisi, analisis kelayakan usaha, serta langkah pengarangan yang aman, atau tonton video praktiknya di bawah ini.
Tonton tutorial visual proses pembuatan briket dari sekam padi berikut agar Anda memiliki gambaran praktis yang lebih jelas.
Baca modul pembelajaran lengkap langsung di halaman ini, atau buka di tab baru untuk tampilan penuh.
Jawaban atas hal-hal teknis yang sering ditanyakan seputar proses pengarangan, pembuatan adonan perekat, hingga pengeringan briket.
Rasio ideal adonan perekat adalah 5% hingga 10% dari total berat arang sekam. Larutan tapioka dan molase dimasak terlebih dahulu dengan air hingga menjadi gel kenyal sebelum dicampur rata dengan arang halus.
Karbonisasi mengeliminasi senyawa volatil dan kadar air berlebih sehingga saat dibakar, briket menghasilkan panas lebih tinggi, bara api konsisten, serta tidak memicu timbulnya asap hitam tebal.
Pengeringan alami menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu 2-3 hari terik. Jika menggunakan alat oven pengering, waktu pengeringan berkisar antara 6-10 jam pada suhu 60°C hingga kadar air di bawah 8%.
Tidak harus. Untuk tingkat pemula atau skala rumah tangga, cetakan sederhana dapat dibuat dari pipa PVC (paralon), cetakan hidrolik manual, atau cetakan briket dongkrak bekas yang terjangkau.
Program inovasi pembelajaran ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, pelajar, petani, serta pelaku lingkungan mengenai potensi besar limbah sekam padi yang melimpah di wilayah pertanian.
Dengan mengolahnya menjadi briket bio-energi yang efisien, kita dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi karbon, sekaligus mewujudkan wawasan energi hijau yang ramah lingkungan.
Punya pertanyaan atau butuh pendampingan langsung? Konsultasikan kebutuhan belajar Anda dengan tim Echobriq melalui WhatsApp.